Saturday, October 3, 2009

Bantu salah, tak bantu pun salah...


Apabila terdapat bencana yang berlaku di sesebuah negara, sudah pasti akan mengundang berduyun-duyun bantuan kemanusian tidak kiralah dari segi tenaga, perubatan atau pun wang ringgit. Semuanya di buat secara ikhlas demi membantu mangsa-mangsa bencana. Sebagai sebuah negara yang prihatin, Malaysia tidak ketinggalan menghulurkan bantuan kepada mereka yang memerlukan.

Namun demikian, semacam tidak percaya bila membaca satu berita dari negara yang baru lepas dilanda bencana gempa bumi ini. Adakah benar peristiwa ini berlaku, saya tidak pasti.

Sila baca berita di bawah ini :-

Terkait judi, warga sumbar tolak bantuan pemerintah Malaysia


JAKARTA - Berbagai bantuan telah mengalir dan mulai menumpuk di Bandara Minangkabau, Padang, Sumatera Barat sejak Kamis lalu, hal ini cukup mengganggu kepadatan traffic di Bandara Minangkabau, Padang, Sumatera Barat, yang sudah cukup tinggi dan mengakibatkan sejumlah penerbangan mengalami delay.

Bahkan pesawat yang ditumpangi Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari dan Menko Kesra Aburizal Bakrie sempat tertahan di udara Padang selama beberapa jam.Namun ada yang menarik dari tumpukan bantuan tersebut, yaitu dipisahkannya bantuan dari Pemerintah Malaysia dengan bantuan dari negara-negara lainnya, hal ini di sebabkan karena adanya penolakan bantuan dari Pemerintah Malaysia dikarenakan alasan sumber dana Judi.

"Kami sangat berterimakasih atas kepedulian Pemerintah Malaysia, namun karena dibeberapa tempat terjadi penolakan dikarenakan alasan judi, kami memilih untuk memisahkan bantuan Pemerintah malaysia dengan bantuan negara lain, akan tetapi banyak juga bantuan dari perkumpulan warga minang di Malaysia yang mengirim bantuan dan tidak ditolak" ujar Kepala Distribusi Bantuan Bandara Minangkabau, Departemen Perhubungan Budi S Ervan.

Seperti diketahui Pemerintah Malaysia memiliki fasilitas perjudian terbaik dan terlengkap di Asia Tenggara dengan omset pendapatan 4 Milliar Dollar/tahun bernama Genting Highland, dan hal tersebut dinilai warga Sumatra Barat sangat bertolak belakang dengan budaya Muslim negeri Jiran tersebut.

Bantuan Pemerintah Malaysia berupa Mie Instan, Selimut, Tenda dan obat-obatan terlihat dibiarkan menumpuk di sisi kiri bandara Minagkabau dan sangat menggangu lalulintas bantuan korban gempa.

"Bantuan dari Negara Jepang yang tiba lebih dulu berupa 2500 Genset, 500 Tenda, 25 Instalasi penyaringan air, 400 Toilet portable dan 10 Kontainer Rumah Sakit Mini sudah kami sebarkan di 6 Kabupaten, sedang dari Pemerintah Amerika, Brasil, Jerman, Filipinna, Brunai, Australia, Thailand, Vietnam dan Russia berupa Beras, obat-obatan, tenda, selimut, bahan makanan, instalasi air yang total keseluruhan berjumlah sekitar 28.000 ton akan tiba mulai hari ini, kami berusaha berkadinasi Barkorlak dan Palang Merah Internasional untuk penyediaan tempat penyimpanan dan penyalurannya" ujar Budi S Ervan.

Sumber -
Harian Kota, Jumat (2/10/2009)

Jika insiden ini benar-benar terjadi, ia pasti mengecewakan kita semua. Seolah-olah apa yang disumbangkan oleh Malaysia itu berstatus haram. Bagaimana pula dengan sumbangan dari negara selain Malaysia? Amerika Syarikat, Thailand, Jepun dan lain-lain. Bukankah negara-negara tersebut lebih 'berat' aktiviti judinya? Bukan setakat judi, malah memperolehi hasil dari aktiviti pelacuran dan arak.

Timbul persoalan, mengapa pula bantuan dari negara-negara tersebut diterima tetapi tidak dari Malaysia?

Mungkin insiden ini bersifat terpencil tapi ia ternyata membuatkan hati
dan perasaan kita terguris.

Namun bantuan dan kerjasama akan tetap dihulurkan oleh Malaysia.
Itulah jaminan DS Najib kepada Susilo. (klik sini)


6 comments:

UpengIpeng said...

kalau betul ininya terjadi, yg harus dipersalahkan adalah induvidu yg cuba bermain api ngan keikhlasan kita...sememangnya bodoh kalau itu alasannya sedangkan negara barat yg lain, menghulurkan bantuan, sah2 yg sumbernya sebahagian besar adalah dari sumber haram...otak tak de...pentingkan diri sendiri tanpa berfikir kepayahan orang lain...akai tarak......

hilbert said...

salam brader,

Saya macam percaya macam tidak juga dengan berita itu(Harian Kota).

Saya rasa ianya sengaja dibuat oleh rakyat Indon yang terselamat dan masih hidup tapi sebelah kaki dia masih lagi tersepit kena timpa runtuhan batu-batan bangunan yang runtuh tu.

Jadi jika kita tak mau tangan kita kena gigit lagi, jangan lepaskan anjing yang tersepit...

Media Cyber said...

sabar ... dalam situasi ini ... biarkan saja mereka menghina dan mencaci maki segala apa yang kita lakukan untuk mereka. mmg benar kata aku, Malaysia tidak akan berdiam diri... tidak pernah Malaysia membiarkan negara jirannya dilanda bencana tanpa dibantu..

tetapi mereka telah sengaja mengeruhkan keadaan... Allah bersama bumi Malaysia... moga Allah mendengar apa yang dikatakan oleh manusia yang tidak tahu bersyukur itu... balasannya biar saja Allah yang berikan...

jika dibandingkan dengan negara2 lain yg membantu, lebih hebat lagi perjudian mereka lakukan berbanding di malaysia..

inilah dia negara Indonesia yang rakyatnya bodoh sombong... berlagak pandai dalam agama... bila dibantu dikata mereka HARAM.. tidak hairanlah kenapa Indonesia semakin hari semakin mundur ke belakang.. satu2nya negara yang semakin ketandusan...

My Longest Yard said...

Ringkasnya, Malaysia akan tetap membantu mangsa bencana.

Kita tak memohon balasan. Kita tak memohon ucapan terima kasih.
Kita ikhlas.

Moga Allah merahmati Malaysia.

Anonymous said...

inilah masalahnya bila ego menguasai diri,,,tak payah lah nak ber ego-egoan,,,ini bukan masanya untuk menunjukkan ego,,,tidak membawa sebarang untung,,,hanya menyusahkan diri sendiri,,,sedar dan insaflah,,,,

R.K said...

dorang saja nak main api..

buat relax je~
bencane selepas bencane, mesti tak tolak da,janji kita derma ikhlas.

kalau dorg niat betol2 tolak sbb kait ngan judi, negara2 barat punye sumbangan tu da mentah2 ditolak.

dorang saja nak main api..